BUDAYA KITA, SAMPAH, DAN DAUR ULANG

May 15th, 2008 by ardy-c00l

Abstraksi

Jogjakarta
mendapat julukan sebagai kota budaya. Sebagai kota budaya, Jogjakarta
menyimpan banyak sekali budaya khas Jawa Mataram serta menjunjung
tinggi nilai-nilai tradisional. Falsafah Jawa yang ada pun menyiratkan
nilai budaya yang adiluhung sehingga masyarakatnya sangat ramah dan
bersikap sederhana, menghormati orang lain, dan juga menjaga serta
memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Namun
pada beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali permasalahan yang
muncul. Disamping masalah ekonomi, dimana terjadi pergeseran pola hidup
yang cenderung mengikuti pola konsumerisme, salah satunya adalah
berbelanja berbagai jenis barang yang berpotensi menghasilkan sampah.
Selain itu, semakin bertambahnya penduduk yang tinggal di kota
Jogjakarta, permasalahan lingkungan hidup juga menjadi semakin nyata.
Kendaraan bermotor semakin bertambah banyak dan memadati jalan,
sedangkan pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap gas yang
dihasilkan kendaraan bermotor semakin berkurang dan kadang dengan
sengaja dikurangi. Alhasil kualitas udara di kota Jogjakarta menjadi
sangat terpolusi dan mengancam kesehatan masyarakat Jogjakarta. Keluhan
yang seringkali terlontar dan ini memang dirasakan langsung oleh
sebagian besar orang, yaitu kota Jogjakarta menjadi semakin panas.

Dari
beberapa hal pendek tersebut diatas, apakah nilai-nilai tradisional
yang ada mulai tergeser oleh arus globalisasi yang memang berjalan
cepat dan kuat, tidak kuasa untuk menghindarkan, dalam hal ini dengan
konsekuensi yang dihasilkan dari sisa-sisa fungsi dari konsumsi dan
aktifitas-aktifitas keseharian lainnya.

 

Siapakah Sampah ?

Sampah
adalah sesuatu yang tidak berguna lagi dan dibuang oleh pemiliknya atau
pemakainya semula (menurut Dr. Tandjung .M.Sc.. 1982). Sampah adalah
bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa
atau utama dalam pembuatan atau pemakaian, barang rusak atau cacat
dalam pembuatan (manufaktur), atau materi berlebihan atau ditolak atau
buangan (menurut Kamus Istilah Lingkungan,1994). Sampah adalah suatu
bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun
proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis (menurut Istilah
Lingkungan untuk Manajemen, Ekolink, 1996).

Berdasarkan jenisnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai :

  1. sampah
    organik, terdiri dari bahan-bahan penyusunan tumbuhan dan hewan yang
    diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan,
    atau yang lain. Sampah ini dapat mengalami perubahan atau terurai
    secara alami (degradable-waste). Antara lain seperti daun-daunan, sisa
    makanan, sisa tepung, kulit buah, kotoran, dan lain-lain.
  2. sampah
    non organik, berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui
    seperti mineral dan minyak bumi atau dari proses industri. Beberapa
    dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik, styrofoam, dan
    aluminium. Sebagian zat non organik secara keseluruhan tidak dapat
    diuraikan oleh alam, sedang sebagian lagi yang lain hanya diuraikan
    dengan waktu yang sangat lambat dan lama. Sampah jenis ini pad tingkat
    rumah tangga berupa plastik, kaca, kaleng, styrofoam, dan sejenisnya.
    Ini disebut juga non degradable-waste.

 

Sumber Sampah

Dilihat
dari tempat asalnya sumber sampah yang ada di perkotaan berasal dari
hasil aktifitas-aktifitas kehidupan kota, seperti sampah dari pasar,
sampah dari pemukiman, perkantoran, industri, rumah sakit,
transportasi, dan lain-lain.

 

 

Masalah Yang Dapat Timbul Jika Sampah Tidak Dikelola

Masalah-masalah
lingkungan seperti got mampet, penyakit menular, hama, dan lain-lain
adalah sebagi bentuk pencemaran lingkungan yang sebagian besar diawali
dan diakibatkan oleh limbah-limbah yang tidak terurai dengan baik.
Penanganan limbah/sampah yang telah dimulai sejak dini/awal yang
dimulai dari lingkup kecil rumah tangga/dasa wisma, jelas akan sangat
memudahkan dan membantu dalam penanganannya yang lebih luas, mengurangi
biaya dan tenaga kerja.

Pengelolaan
sampah yang kurang mewadahi (pembuangan yang tidak terkontrol)
merupakan tempat yang baik bagi beberapa organisme dan menarik bagi
berbagai binatang lalat dan anjing yang dapat membawa penularan
penyakit.

· Kesehatan

Timbunan
sampah yang tidak dikelola akan menimbulkan bau bususk, apalagi bila
terkena air hujan. Dari sini, karena tercampur air dan membusuk ini,
timbunan sampah tersebut akan menghasilkan air lindi, yang ini dapat
mengakibatkan air tanah dan air permukaan menjadi tercemar.

Hal
ini pernah terjadi pada tahun 2000-an, beberapa sumur penduduk dan
sungai tercemari oleh air lindi yang keluar dari timbunan sampah di
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Piyungan. Salah satunya, ketika
dipakai untuk mandi menimbulkan gatal-gatal.

Sampah plastik, kaleng, styrofoam dan sejenisnya yang sulit terurai akan mengakibatkan pencemaran tanah.

Selain
itu, timbunan sampah yang membusuk akan mengundang lalat dan nyamuk
untuk bersarang, dan seperti yang kita semua ketahui, bahwa melalui
perantaraan binatang ini lah beberapa jenis penyakit akhirnya akan
dapat mengganggu kesehatan manusia.

Penyakit
diare,kolera dan tifus dapat menyebar dengan cepat karena sampah
mencemari sumber air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga
meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang
mewadahi.

Penyakit
dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah
suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Dimana
cacing dikonsumsi sebelumnya oleh binatang ternak melalui makanannya
berupa sisa makanan/sampah.

Sampah
beracun : Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang
meninggal karena keracunan mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi
oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut
oleh pabbrik yang memproduksi batere dan accumulator (sekitar akhir
tahun 90-an). (dan kita baru saja, ingat Tragedi Teluk Buyat)

· Estetika

Dari segi estetika, sampah yang berserakan akan merusak pemandangan dan menimbulkan kesan kumuh.

 

Beberapa Alternatif Penanganan Sampah

Sanitary Landfill (Sistem Pengelolaan Sampah Akhir) . Cara
ini merupakan metode pembuangan akhir sampah yang sehat, apabila dengan
melengkapi TPA yang ada dengan fasilitas pendukung yang memadai dan
mengusahakan perlindungan lingkungan yang seksama dalam mencegah
pencemaran akibat penimbunan sampah (AMDAL adalah salah satu
instrumennya). Pencemaran lingkungan sekitar dikurangi dengan
memberikan lapisan kedap air pada dasar landfill, sistem pengumpul dan
pengolah air lindu, ventilasi gas, dan tanah penutup harian.

Ekonomi Alternatif. Sampah
organik dari pasar berupa sayuran (kobis,slada air,sawi), daun pisang,
dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan binatang ternak seperti
kelinci, kambing, babi, dan juga ayam atau itik. Hal ini sagat
bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya
peternakan. Namun sampah ini harus diproses dulu sebelum dikonsumsi
oleh ternak, sebab akan dapat bermasalah jika sampah organik tadi
bercampur dengan sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang
dapat terakumulasi dalam tubuh ternak.

Hobi Berkebun dan Stress.
Merupakan upaya pengelolaan sampah dengan mendaurnya menjadi
bahan-bahan kompos yang dapat menyuburkan tanah.Sistem ini mempunyai
prinsip dasar mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol dengan
memanfaatkan mikroorganisme. Sistem pengomposan ini mempunyai banyak
keuntungan, antara lain merupakan jenis pupuk yang ekologis dan ramah
lingkungan, bahan yang dipakai ada di sekitar kita dan tidak usah
membeli, dapat membuat sendiri karena tidak menggunakan peralatan dan
instalasi yang mahal, unsur hara oleh pupuk ini akan bertahan lama
dibanding deengan pupuk buatan pabrik, dan termasuk salah satu
kreatifitas dan managemen stress yang murah dalam penyaluran hobi
berkebun di pekarangan rumah, plus sambil penghijauan untuk lingkungan
terdekat kita.

Gaya Hidup Ramah Lingkungan. Selain itu tentunya dengan selalu mencoba untuk bergaya hidup ramah lingkungan, antara lain dengan menerapkan :

Recycle,
mengolah kembali yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan
cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut.

Reduce,
mengurangi adalah semua bentuk kegiatan atau pola perilaku yang dapat
mengurangi produksi sampah,tidak melakukan pola konsumsi yang
berlebihan, jadi konsumsi berdasarkan kebutuhan saja bukannya keinginan.

Replace,menggantikan
dengan bahan yang bisa dipakai ulang, upaya mengubah kebiasaan yang
dapat mempercepat produksi sampah. Mengganti kebiasaan menerima banyak
kantong plastik belanjaan, dengan membawa tas belanja sendiri dari
rumah, berarti mngurangi potensi menumpukknya sampah kantong plastik di
rumah anda sendiri.

Refill,
mengisi ulang wadah-wadah produk yang dipakai. Beberapa produk menjual
juga edisi isi ulang/refill, dengan demikian akan mengurangi potensi
menumpuknya sampah wadah produk di rumah anda.

Replant,
menanam kembali. Dengan berkreatifitas melakukan pengomposan dan
berkebun di pekarangan rumah, dengan menanam juga beberapa pohon
perindang, akan sangat membantu pengaturan suhu pada tingkat lingkungan
mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan akan membantu mengurangi
keluhan peningkatan suhu global yang mengalami peningkatan semakin
panas.

 

 

“ Minimalisir Sampah Mulai Dari Sekitar Kita “

Kampanyekan Bahaya Kantong Plastik Sejak Dini

May 6th, 2008 by ardy-c00l

Kita sebagai orang tua maupun guru harus dapat mengajarkan hal-hal yang mungkin menurut kita tidak penting, karena kita telah hidup di generasi yang memang memakai kantong plastik, dan mungkin masa jayanya plastik. Tetapi generasi dibawah kita akan memiliki kehidupan yang berbeda dimana mereka akan sudah berinteraksi dan peduli dengan linkungan sejak kecil sehingga hal-hal tersebut akan menjadi sesuatu yang alami. Salah satu yang perlu diajarkan adalah bahaya kantong plastik dan kebiasaan untuk membawa kantong belanja sendiri. Dibawah ini adalah artikel yang disadur dari harian Kompas 11 Februari 2008.

Bandung, Kompas - Kesadaran mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari harus ditanamkan sejak dini karena kantong plastik tidak dapat terdegradasi di alam.

Hal ini diingatkan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Skala Usaha Kecil Kementerian Negara Lingkungan Hidup Tribangun L Song di sela-sela Kampanye Antikantong Plastik di Kampus Institut Teknologi Bandung, Sabtu (9/2).

Kegiatan yang dimotori Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB ini diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, artis, dan aktivis lingkungan hidup di Kota Bandung.

Di berbagai negara maju, kampanye antikantong plastik (white pollution) sudah menjadi hal lumrah. Pemerintah China dan Australia bahkan telah mengeluarkan kebijakan larangan bagi supermarket dan toko-toko membagi-bagikan plastik undegradable (tidak dapat terurai).

Muhammad Chairul, dosen Teknik Lingkungan ITB, mengatakan, sampah plastik rata-rat memiliki porsi sekitar 10 persen dari total volume sampah. Dari jumlah itu, sangat sedikit yang didaur ulang. Padahal, sampah plastik berbahan polimer sintetik tidak mudah diurai organisme dekomposer. Butuh 300-500 tahun agar bisa terdekomposisi atau terurai sempurna.

Membakar plastik pun bukan pilihan baik. ”Plastik yang tidak sempurna terbakar, di bawah 800 derajat Celsius, akan membentuk dioksin. Senyawa inilah yang berbahaya,” ujarnya

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.

May 6th, 2008 by ardy-c00l

Bisphenol A List

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Bahasa Pohon Selamatkan Bumi

May 6th, 2008 by ardy-c00l

Diambil dari Harian kompas, Jumat 25 April 2008.

Oleh NIRWONO JOGA

“The best friend on earth of man is the tree. When we use the tree respectfully and economically, we have one of the greatest resources of the earth”. (Arsitek Frank Lloyd Wright)

Banyak cara dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi yang kian rapuh. Salah satunya dengan menanam pohon, sang primadona efek pemanasan Bumi, penyelamat lingkungan.

Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. Relief-relief di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan candi-candi lain melukiskan pohon dalam kehidupan kita. Sakral dan romantis. Cinta dan kedamaian terukir dengan menanam pohon dan segala aktivitas kehidupan di bawah pohon. Kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.

Pohon adalah pembentuk ruang paling dasar (akar dan tanah = lantai, batang = tiang, ranting dan daun = atap) yang menciptakan keteduhan agar manusia dapat melakukan aktivitas di bawahnya. Sang Buddha Gautama merenung hening di bawah pohon Bodi (Ficus religiosa). Para murid yang sekolahnya ambruk tetap dapat belajar di bawah kerindangan pohon.

Bumi dan perempuan adalah satu. Kata bumi sendiri berkonotasi perempuan. Bumi tempat pohon berpijak menghujamkan akarnya. Bumi, pohon, dan perempuan menginspirasi Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film terbarunya berjudul Under The Tree. Bagi Garin, pohon mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Pohon dan perempuan juga telah mendorong Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon (1/12/2007) untuk menyelamatkan Bumi.

Pohon Beringin (Ficus benjamina) dipilih sebagai lambang Persatuan Indonesia, sila ketiga Pancasila. Pohon kalpataru (Barringtonia asiatica), pohon kehidupan, dijadikan simbol penghargaan bagi pahlawan pelestarian lingkungan hidup. Meski bukan partai hijau, sebuah partai politik besar justru memakai lambang pohon beringin untuk mencitrakan partai yang memberi keteduhan kepada rakyat.

Pusat-pusat kota di Jawa ditandai dengan dua pohon beringin kurung di alun-alun sebagai titik nol kota. Pohon kamboja (Plumeria alba) banyak ditanam di pura-pura suci di Bali atau di tanah pemakaman di Jawa.

Sebutan kota-kota kita juga ada yang berasal dari ciri khas pohon-pohonnya, seperti Semarang (pohon asam yang ditanam jarang-jarang), Bogor yang identik dengan pohon kenari. Begitu pula sejumlah kawasan di Jakarta, dulu Sunda Kelapa (Cocos nucifera), kawasan Menteng (Baccaurea recemosa), Cempaka Putih (Michelia alba), Karet (Ficus elastica), Kemang (Mangifera caecea), Kelapa Gading (Cocos capitata), Kapuk (Ceiba petandra), Kosambi (Schleichera oleosa), atau Kebayoran (Bayur = Pterospermum javanicum).

Tetapi pohon-pohon kini merana karena tumbang ditiup angin atau ditebangi tanpa terkendali. Padahal, pohon wajib dilindungi dan dilestarikan apa pun alasannya. Menebang pohon sama saja mempercepat ajal kita.

Pada era pemanasan Bumi dan berbagai bencana alam (banjir, tanah longsor, pencemaran udara, krisis air) terjadi, gerakan penanaman pohon besar yang lebih banyak lagi merupakan hal mutlak. Pohon berjasa menahan air dalam tanah, mencegah erosi dan longsor, menjadi habitat bagi beragam makhluk hidup, memproduksi oksigen, menyerap karbondioksida—gas rumah kaca penyebab pemanasan global—menyaring gas polutan, meredam kebisingan, angin dan sinar matahari, dan menurunkan suhu kota.

Menanam pohon sebenarnya berbicara tentang kearifan konsumsi-investasi, menjamin kelangsungan lingkungan hidup warga dan kota. Selalu ada alternatif penyelesaian cerdas dalam membangun kota tanpa harus menebangi pohon jika kita mau berpikir panjang. Seluruh warga hendaknya berpartisipasi menggerakkan lompatan besar menghijaukan kota melawan proses penggurunan kota (hutan beton).

United Nations Environment Programme (UNEP, 2007) berkampanye ”Plant for the Planet: Billion Tree Campaign”, sebagai salah satu upaya memulihkan kondisi Bumi dari pemanasan global melalui gerakan menanam pohon (http://www.unep.org/billiontreecampaign). Di kita, gerakan penghijauan masih sekadar seremonial belaka. Terbengkalai, tidak dipelihara, dan mati.

Menanam pohon ada aturannya, tidak asal tanam. Penanaman pohon mensyaratkan kecocokan jenis pohon (pantai, dataran rendah, pegunungan), fungsi (ekologis, ekonomis, estetis), ketepatan cara (standar keamanan dan keselamatan), waktu penanaman, penyediaan, pemilihan, dan pendistribusian (dalam jumlah besar), serta pemeliharaan pascatanam. Penanaman harus memerhatikan segi estetika arsitektural, lanskap visual kota, peran maksimal terhadap lingkungan, aman terhadap konstruksi, batang tak mudah patah, dan berumur panjang (ratusan tahun).

Pohon-pohon pengikat tanah dan penyimpan air tanah ditanam di lahan kritis yang rawan longsor dan erosi. Pohon bakau memagari kawasan tepian pantai hingga menyusup ke jantung kota melalui bantaran kali untuk mencegah intrusi air laut, menahan abrasi pantai, menahan air pasang, angin dan gelombang besar dari lautan lepas, mencegah pendangkalan dan penyempitan badan air, menyerap limpahan air dari daratan (saat banjir), menetralisasi pencemaran air laut, dan melestarikan habitat tiga ekosistem hutan bakau yang kaya keanekaragaman hayati.

Jenis pohon tertentu terpilih sebagai pohon penyelamatan (escape trees) yang ditanam di sepanjang jalur evakuasi bencana (escape route) menuju taman atau bangunan penyelamatan (escape building) lainnya. Penanaman pohon besar di sepanjang jalur hijau jalan, jalur pedestrian, bantaran rel kereta api, jalur tegangan tinggi, serta jalur tepian air bantaran kali, situ, waduk, tepi pantai, dan rawa-rawa akan membentuk infrastruktur hijau raksasa yang berfungsi ekologis. Kota pohon memberi keteduhan pada pejalan kaki dan penunggang sepeda.

Berbagai penelitian membuktikan, 1 hektar ruang terbuka hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar menghasilkan 0,6 ton O2 untuk 1.500 penduduk/hari, menyerap 2,5 ton CO2/tahun (6 kg CO2/batang per tahun, menyimpan 900 m3 air tanah/tahun, mentransfer air 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5°C-8°C, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin 75-80 persen. Setiap mobil mengeluarkan gas emisi yang dapat diserap oleh 4 pohon dewasa (tinggi 10 m ke atas, diameter batang lebih dari 10 cm, tajuk lebar, berdaun lebat).

Pemerintah perlu menyurvei ulang, mendeteksi tingkat kesehatan dan keamanan, serta mengambil tindakan perawatan, pemeliharaan, dan asuransi pohon. Unit reaksi cepat perlu tanggap memberi pertolongan darurat, memangkas pohon sakit atau rawan tumbang, menyingkirkan pohon tumbang, mengangkut, dan mengolah sampah pohon, serta didukung standar kinerja, kompetensi pekerjaan, sertifikasi tenaga pengawas, dan pelaksana pemeliharaan pohon. Ini agar warga kota tidak paranoid, takut pohon tumbang saat musim hujan tiba atau ada angin puting beliung.

Pemerintah bersama masyarakat dapat memelihara dan melindungi pohon. Kita dapat mengadopsi dan menjadi orang tua angkat pohon-pohon besar di depan rumah.

Ada beberapa pohon yang layak tanam untuk kota besar seperti Jakarta, yaitu pohon trembesi/Ki Hujan (Samanea saman), asam (Tamarindus indica), mahoni (Swietenia mahogani), tanjung (Mimusops elengi), atau bintaro (Cerbera manghas). Selain itu, pohon buah-buahan yang menarik bagi burung dan tupai dapat pula ditanam di lingkungan rumah kita, seperti pohon mangga (Mangifera indica), sawo kecik (Manilkara kauki), rambutan (Nephelium lappaceum), nangka (Artocarpus integra). Kawasan pantai dapat ditanami waru laut (Hibiscus tiliaceus), cemara laut (Casuarina equisetifolia), nyamplung (Calophyllum inophyllum), ketapang (Terminilia cattapa).

Kita tidak akan pernah dapat menghargai pohon selama kita tak pernah mendengarkan bahasa pohon. Seperti pepatah bijak dari China 500 SM, ”jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih, jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon”. Ingat pula, kata Al Gore, ”Plant trees, Lots of trees,” (An Inconvenient Truth, Al Gore, 2007).

NIRWONO JOGA Arsitek Lansekap

Entry Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Tanaman Bermanfaat. .

1 Comment Add your own

  • 1. frida  |  26 April, 2008 at 5:23 pm

    Pengalaman membuktikan, hobi berkebun bermanfaat untuk ketenangan jiwa, kekuatan tulang (karena mandi cahaya matahari pagi), kesehatan tubuh (keringat keluar = racun keluar) dan perbaikan lingkungan (supply oksigen meningkat).

    Meski lahan sempit, beragam jenis pohon tidak menuntut tempat bersangga yang luas, jadi bisa kita gunakan pot.

    Kupu2 datang, burung2 mengendap2. Nikmati keajaiban alam.
    Ayo menanam pohon!

bali tour

January 8th, 2008 by ardy-c00l
                  
                  
                  
                   
Hi
everybody, Bali is one of small islands in Indonesia. this tiny Hindu
islands province of nearly 3,5 million, surrounded by muslim sea of 180
million, is one of the smallest but best know of indonesia’s main
islands and is a leading tourist attraction. More than 700.000 visitors
arrive each year on this beautiful island that exactly fits the western
definition of a tropical paradise, famous for its charming people,
lovely scenery, and the sophisticated artistry of its distinctly
Indonesian-Hindu civilization. Earlier versions of this Hindu culture
once flourished over large areas of java and portions of the other
islands, but it’s now found almost exclusively in bali. But nowaday
Bali is less a western pacific paradise than an asian hotbox -
overpopulated, underfed, and prone to eruptions, both volcanic and
political. The Balinese believe themselves a blessed people who have
been handed a magic land. They look upon themselves as the custodians
of Pulau Dewata, the island of the gods. Even heaven to a Balinese is
to return to life on Bali, Hopefully in the same family as a new child.
You often hear Balinese refer to their island as a "safe" place to
live. And they make sure, as hosts, that it stays that way by
diligently carrying out duties which will assure continued protection.
The attitudes and temperament of the Balinese reflect this sense of
security. Every act must be in harmony with the natural forces which
hold supreme sway over the island. Although each male citizen with a
family generally owns the land he labors and live on, theoretically the
island is divine property leased to the people who cultivate it and
live from it.

                        

The
Temple is the most important institution in Bali and the center of
Balinese religious activities.Renowned as the "Land of One Thousand
Temple", there are actually at least 50,000 scattered all over the
island. Large or small, simple or elaborately carved, they are
everywhere. In houses, courtyards, marketplaces, cemeteries, rice
paddies, beaches,in arid scrub land, on barren rocks affshore, on
deserted hilltops and mountain heights, deep inside caves, within the
tangled roots of banyan trees. Bali has diverse landscape that ranges
from magnificent white sandy beaches and fertile rice fields to rugged
volcanoes. Bali also offers a chance to discover one of the world’s
fascinating culture; rich in art, sculpture, dance, religion,
tradition, and genuine nature. Hindu is the predominant religion in
Bali and its influence can be seen in every aspects of Balinese
life.Temple adorn the island and every dance or celebration is
dedication of worshipping to the god. one goes to Bali for an
experience, a journey of a lifetime, to come face to face with a
remarkable people, their customs and traditions, their beliefs, their
hopes, and their eternal search for peace. Learn more about Bali; to
discover one of the world’s most fascinating cultures, rich in art,
sculpture, dance, religion, tradition, and belief. To enjoy the
beautiful scenery of the landscapes, volcanoes, lakes, rivers, beaches,
rice paddies, and temple. To enjoy Balinese food and drink, to find
some of the finest selection of art work
.

link to : www.bali-driver.de.gg

contact us

January 8th, 2008 by ardy-c00l

Let
me make your holiday in Bali become unforgettable, I am a Bali tour
guide who has an experience for almost ten years and will be your
capable mediator to the island. If you have any questions regarding
Bali before you fly here, don’t hesitate to contack me at :
                        phone ( +62361) 7878944

                        
                        
                        You can also send me an email.  please tell me your whishes,
                          and I am sure I can make your stay in Bali a great experience. I am available for tours,
                          as your private driver or any other type of job where you need safe and reliable transportation
                          Hope you will call me or e-mail me at :
driver_bali@yahoo.com or click www.bali-driver.de.gg

                        Regards

                        Tut Ardy

BERILAH AKU SETEGUK ARAK !

December 19th, 2006 by ardy-c00l

Sebutir bintang kupetik santun
Kutaruh di kelopak matamu

Sebagai kerlip yang lama

Tertambat pada sendi-sendiku

Dadaku mendebarkan keasingan
Malam, luluh menatap pesonamu

Bulan yang kau puja
Terhalang kabut

Membiarkan angin mengoyak

Pita suaraku, agar aku tidak bisa

Berteriak

Cintaku !

Berilah aku seteguk arak
Yang tidak memabukkan

Namun dapat membunuhku

Hentikan pengembaraan

Mengikuti jejakmu

IsU GemPa MenGaNcaM BaLi Koe TerciNTa

June 5th, 2006 by ardy-c00l

Pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten di Bali sebaiknya menyiagakan dan melatih aparat yang bertugas di Satuan Kooridnasi Pelaksana (Satkorlak) penaganan bencana alam, untuk mengantisipasi terjadinya gempa, tsunami, maupun letusan gunung api. Antisipasi ini penting menyusul kian aktifnya pergerakan lempengan Indo-Australia dan Eurasia, yang tak jauh dari perairan Selatan Bali.

Kian aktifnya lempeng ini terbukti telah mengakibatkan gempa besar di Jogjakarta dan sekitarnya, yang nyaris sama sekali tidak pernah diprakirakan oleh para geolog. Selain itu, Bali pun terancam gempa besar dan tsunami dari kelabilan tanah di dasar laut Selat Bali. Pakar geologi gempa bumi Dr Danny H Natawijaya dan pakar geologi Prof MT Zein menyampaikan saran itu berkaitan dengan kondisi demografi maupun geografi Bali yang sangat rentan terkena gempa besar.

Menurut kedua geolog ini, dari struktur tanahnya saja, Bali sangat memungkinkan mengalami bencana yang hebat akibat gempa. Berdasar survei geologi, struktur tanah di Bali umumnya berselimut lempung yang sangat lembek atau pasir di permukaannya, sehingga jika ada gempa, bisa terjadi dikufaksi, yakni ambrolnya tanah lempung atau pasir yang mengakibatkan setiap findasi bangunan semakin mudah mengalami kehancuran. Keadaan semacam ini diperburuk pula oleh muncratnya sumber air tanah, sehingga semakin menghancurkan selimut lempung atau pasir. Dan, yang paling rawan mengalami kerusakan akibat gempa adalah kawasan Bali Utara, yang struktur tanahnya sangat lembek dan berair. Namun, secara keseluruhan, dari strtur tanahnya saja, Bali memang rawan kegempaan yang menimbulkan bencana besar. Meski memang ada kawasan yang tanahnya agak keras, tapi ternyata bercampur pasir di kedalaman sekitar 17 hingga 20 meter. Dalam keadaan demikian, secara demografis, Bali pun berpenduduk padat, dan kurang mengabaikan tata ruang yang bisa meredam terjadinya bencana besar akibat guncangan gempa. Dicontohkan Danny, belakangan Bali penuh dengan bangunan berbeton sampai ke bibir pantai. Padahal, bangunan ini sangat gampang roboh. Selain itu, bangunan di pantai akan dengan mudah dilabrak tsunami, sehingga gelombang air laut semakin kuat menerjang daratan. "Bali seyogyanya bercermin pada Aceh, saat terkena gelombang tsunami. Apalagi di beberapa kawasan di Bali sudah terjadi reklamasi, yang jiustru akan semakin memerparah bencana akibat gempa," kata Danny kepada NusaBali, Miggu (28/5).

Salah satu kawasan yang mengalami reklamasi dan rawan bencana besar akibat gempa di Bali adalah Serangan, Denpasar Selatan. Kawasan itu hampir dipastikan akan ambrol begitu gempa besar terjadi. Karenanya, Dany menyarankan agar pembangunan fisik di kawasan itu segera dihentikan, dan jika bisa diubah menjadi kawasan hutan mangrove. Yang tak kalah menyedihkan, pesawahan di Bali pun kian menciut karena dimakan pelbagai bangunan. Padahal, jika tsunami menerjang, pesawahan merupakan sarana penting buat memperlambat terjangan tsunami. Selain itu, karang-karang yang sebetulnya bisa memecah gelombang tsunami pun sudah banyak terkikis, bahkan di Kuta dan Sanur nyaris tidak ada. Sementara di sejumlah daerah masih terjadi penambangan pasir di bibir pantai, yang selain mengakibat abrasi juga membuat tsunami lebih mudah menerjang dengan kekuatan yang lebih kuat. "Hutan-hutan mangrove yang bisa meredam gempa, yang semula sangat dipertahankan oleh para leluhur Bali, juga sudah banyak menghilang." Memang, tambah Dany, sampai saat ini para geolog Indonesia sangat miskin data tentang potensi kegempaan di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali. Namun, dari data yang sangat sedikit itu, Bali digolongkan ke dalam kawasan zona gempa V, yakni rentan terhadap gempa. Sedangkan Sumut dan Aceh digolongkan ke dalam zona gempa VI (sangat rentang terhadap gempa). Meski demikian, Jogja yang justru masuk ke dalam zona gempa IV, justru mengalami gempa yang memiliki daya rusak yang sangat besar.

Diingatkan, sampai saat ini Indonesia pun belum banyak memiliki perangkat teknologi yang mampu mendeteksi kemungkinan terjadinya gempa atau tsunami. Perangkat teknologi seperti Global Positioning System (GPS), misalnya, sebetulnya sangat diperlukan untuk merekam setiap pergerakan lempengan India-Australia dan Eurasia, sehingga pergerakan kedua lempengan itu setiap saat bisa dianalisis, dan akhirnya bisa dijadikan acuan penting untuk memprakirakan kapan akan terjadinya gempa di suatu daerah. Indonesia pun bahkan sama sekali tidak memiliki perangkat Tsunami Real Time Reporting System (TRTRS) yang bekerja merekam perubahan tekanan di dasar laut dengan alat bottom pressure recorder (BPR). Padahal, kegempaan di Indonesia acap terjadi di dasar laut dan cenderung menimbulkan tsunami seperti di Aceh, Flores, dan Banyuwangi. Bali sendiri, kata Dany, sangat potensial terkena tsunami jika terkena guncangan gempa yang berasal dari Selat Bali atau dasar laut di kawasan selatan Bali. Karenanya, di tengah pelbagai keterbatasan itu, Bali sudah saatnya waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa secara tiba-tiba. Apalagi Bali sama sekali tidak memiliki perangkat teknologi pendeteksi gempa. Yang ada hanyalah tujuh pendeteksi kekuatan gempa (seismometer) yang dipasang di Bukit Klatakan, Bali barat (Jembrana), Bukit Rangda (Tabanan), Air Sanih (Buleleng), Bukit Ungasan (Badung), Tanah Aron (Karangasem), dan Bukit Rata (Nusa Penida)..

Jika mengacu kepada siklus kegempaan, kata Dany, Bali diperkirakan baru memiliki gempa besar pada 25-27 tahun mendatang, setelah terjadinya gempa pada 1917 dan 1976. Namun karena tidak adanya data persis mengenai kecepatan pergerakan lempengan Indo-Australia maupun Eurasia, dan bahkan kawasan mata rantai kedua lempeng itu secara persis, memprakirakan gempa hanya berdasar siklus kegempaan sama sekali tidak akurat. Terbukti, kawasan Mentawai, Sumatera Utara, yang dilanda gempa besar pada tahun 1381, tahun 1608, dan yang kemudian terjadi lagi pada tahun 1833, pernah diprakirakan memiliki siklus kegempaan besar setiap 200 tahun sekali. Ternyata, pada 2004, Mentawai sudah diguncang gempa besar, bersamaan dengan gempa dahysat yang diiringi tsunami di Aceh. Hal yang sama terjadi pada Jogya. Berdasar catatan geologi, Jogya mengalami gempa besar yang berkekuatan rata-rata 6 skala Richter pada 1867, 1937, 1943 dan 1981. Dari catatan ini, para geolog tidak menemukan siklus kegempaan yang terpola. Lalu pada puncaknya, gempa besar terjadi Sabtu (27/5) pagi lalu, yang menwaskan lebih dari 3000 orang. Geolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr MT Zein berpendapat senada. Menurutnya, di tengah ketiadaan banyak perangkat teknologi pendeteksi gempa dan tsunami, pemerintahan yang memiliki kawasan zona gempa, terutama Bali, sudah saatnya menyosialisasikan kepada masyarakatnya terhadap kemungkinan adanya gempa dan tsunami. Masyarakat pun, kata Zein, juga perlu mendapat sosialisasi tentang tanda-tanda gempa yang disusul oleh gelombang tsunami. "Jadi pemerintah provisni, kota maupun kabupaten harus proaktif. Lakukan simulasi sebagai persiapan menghadapi kemungkinan guncangan gempa. Sebab gempa bisa terjadi secara tiba-tiba."

Diingatkannya, kegempaan di dasar laut Bali, baik dari arah selatan maupun Selat Bali, bisa memicu keaktifan gunung berapi di Bali. Apalagi berdasar catatan seismograf, hampir setiap hari Gunung Batur dan Gunung Agung terus memperlihatkan keaktifannya dengan ditandai oleh tremor (getaran) yang menyebar ke sekitar kawasan kedua gunung itu.

cinta>>>>>>

June 4th, 2006 by ardy-c00l

::TENTANG CINTA::
ada yang tidak terlihat
tapi datang menyelinap
ada yang tidak terungkap
tapi bahasa tidak butuh kata

andai waktu dapat berlari denganku
aku akan lari
andai nafsu dapat tertidur bersamaku
aku akan tidur

demi Keagungan Yang Mahasuci
aku menangis dalam diam
(untuk sayangku,waktu akan menjemput)